KASONGAN, kaltengconnection.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan mulai menggeser paradigma pembangunan digital dari sekadar menghadirkan jaringan menuju pemanfaatan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Perubahan pendekatan ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Katingan, Hotden Manto Manalu, saat mengikuti nonton bareng Podcast “Martabak (Mari Cerita Tentang Bakti)” edisi Katingan bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Media Center Diskominfostandi tersebut tidak hanya menjadi ajang pemutaran podcast, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang refleksi dan evaluasi terhadap kondisi jaringan telekomunikasi di wilayah Katingan.
Dalam kesempatan itu, Diskominfostandi memaparkan perkembangan konektivitas internet sebelum dan sesudah pembangunan BTS oleh BAKTI, yang menunjukkan adanya peningkatan akses meski masih ditemukan kendala teknis di beberapa titik.
“Kami ingin memastikan bahwa apa yang sudah dibangun benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah pusat menjadi kunci, karena tantangan wilayah kami cukup kompleks,” ucap Hotden.
Dia menjelaskan, luas wilayah Katingan yang mencapai sekitar 20.400 kilometer persegi dengan kondisi geografis yang didominasi hutan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan jaringan, terutama di wilayah hulu yang sulit dijangkau.
Menindaklanjuti koordinasi yang telah dilakukan sebelumnya, BAKTI bersama mitranya langsung turun ke lapangan melakukan perbaikan di sejumlah titik, termasuk di Desa Telok Tampang, Kecamatan Katingan Hulu.
“Responsnya sangat cepat. Tim teknisi bahkan masih berada di lapangan untuk memastikan layanan kembali normal,” ungkapnya. (KCM)












